Sejarah kolak pisang
Dulu, masyarakat Jawa belum mengenal Islam dengan baik, sehingga para ulama mencari cara agar masyarakat bisa memahami Islam. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kolak sebagai media penyebaran Islam. Kata kolak sendiri memiliki arti yang dalam, yaitu merujuk pada kata ‘khalik’ yang dikenal sebagai sebutan untuk Tuhan pencipta alam semesta (Allah SWT). Dengan adanya kolak, masyarakat diharapkan agar semakin dekat dengan Allah SWT.
Isian kolak juga memiliki makna. Isian kolak berupa pisang kepok mengacu pada makna ‘kapok’ dengan harapan agar masyarakat kapok dan tidak lagi ingin berbuat dosa. Ada juga kolak yang diisi ubi, maksudnya mengacu pada ubi yang tumbuh dengan kondisi terkubur di dalam tanah. Hal ini mengajak masyarakat untuk mengubur kesalahan yang pernah dilakukan.
Komentar
Posting Komentar